Tampilkan postingan dengan label Sekilas Aktifitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekilas Aktifitas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Oktober 2013

Ansor Kencong Gelar Dialog Kebangsaan


Jember, AULA
Menindaklanjuti hasil kesepakatan damai antara kubu kelompok yang bertikai di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, PC Gerakan Pemuda Ansor menggelar Dialog Kebangsaan (21/9).

Dialog yang digelar di Aula STAIN Jember ini menghadirkan ketua MUI Kabupaten Jember, Prof. DR. HA Halim Subahar, MA, KH Khoir Zad Maddah, Rois Syuriah PCNU Kencong dan Hendro Tri Subiyantoro, SE, MM, wakil ketua PW GP Ansor Jawa Timur.

Menurut Abd. Rohim, ketua PC GP Ansor Kencong, kegiatan Dialog Kebangsaan ini digelar dalam rangka merespon dan mensosialisasikan hasil keputusan yang difasilitasi pemkab Jember dalam memediasi perdamaian dua kelompok yang bertikai di kecamatan Puger Jember.

“Kegiatan ini digelar di kota, yang jauh dari tempat kejadian perkara dimaksudkan agar mudah disebarluaskan oleh media massa, disamping itu kegiatan ini juga untuk meluruskan berita yang selama ini terkesan simpang siur“ kata Rohim dalam sambutan pembukaan. 

Sementara Prof. A Halim Subahar banyak menyampaikan proses dipertemukannya dua kelompok yang bertikai untuk mencapai kesepakatan damai.

“Yang penting setelah ini tidak ada lagi pelanggaran kesepakatan seperti yang sudah-sudah” tambah KH Hasyim Wafir, di hadapan wartawan yang hadir dalam kegiatan Dialog Kebangsaan pasca peristiwa Puger ini.

Sedangkan Gus Yak, panggilan akrab KH. Khoir Zad Maddah, Rois Syuriah PCNU Kencong menyoroti semakin melemahnya pemahaman ummat islam terhadap ajaran agamanya. Dan, ini merupakan tanggung jawab kita bersama. 

Sementara Hendro T. Subiyantoro banyak menceritakan kejadian berbagai konflik antar masyarakat yang terjadi di Jawa Timur dan keterlibatan Ansor dalam menangani persoalan konflik di masyarakat, “Ini merupakan bentuk bhakti dan kepedulian Ansor terhadap terciptanya kehidupan yang damai di tengah-tengah masyarakat“. Katanya menutup kegiatan Dialog Kebangsaan.

Kontributor: PC Ansor Kencong

Halal bi Halal GP Anshor NU dan Peringatan 68 Tahun Kemerdekaan RI

Malang, AULA
Berkhidmat untuk negeri menjadi semangat dalam acara Halal bi halal keluarga besar GP Ansor NU Jawa Timur. Serta peringatan HUT ke-68 Kemerdekaan RI yang digelar di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (25/8).Tidak ketinggalan dalam kegiatan ini Ansor dan Banser PC Gresik menunjukkan kekuatan dengan show of force ke Malang untuk menghadiri acara tersebut.

"Ya ini bagian komitmen kami untuk berkhidmat untuk negeri dan Ansor Banser Kabupaten Gresik selalu mem-backup NU dan sedang disetting sebagai NU masa depan dan masa depan NU. Disebut demikian,sebab Ansor akan mengisi kader NU masa mendatang." Ujar Sekjen Ansor Kabupaten Gresik, Agus Junaidi.

Acara tersebut dihadiri Mendikbud Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA, Ketua umum GP Ansor Nusron Wahid, Abu Rizal Bakrie, dan pengasuh pesantren Bumi Shalawat Tulangan Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri. Ketua panitia Berkhidmat untuk Negeri, H. Imron Rosyadi Hamid, mengatakan, acara ini amat penting.Sebagai pembuka atau mesin pemanas menjelang puncak Harlah Ansor ke 79 di Surabaya pada 10 Nopember 2013 mendatang. Puncak Harlah nanti akan dihadiri oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

"Juga menandai akan dilaksanakanya International Islamic Financial Inclusion Summit (IIFIS). Pertemuan 23 negara termasuk Amerika Serikat itu didorong oleh GP Ansor," terang Gus Imron.

Kegiatan ini diikuti Hampir 10 ribu kader Ansor dan Banser se Jawa Timur. Nusron Wahid mengatakan, "Kader Ansor harus menjalankan tiga filosofi itu agar anfa'uhum atau dapat memberi kemanfaatan. Jika tiga hal itu dilaksanakan maka rampung sudah masalah Indonesia. Sebab, problem Indonesia itu ada tiga, yakni masalah ideologi dan kebhinekaan seperti munculnya islam garis keras. Islam garis keras dan nasionalisme sudah diselesaikan Ansor. Masalah kedua adalah problem kemiskinan dan ketiga masalah Korupsi.

"Politik bagi Ansor itu hak, tidak ada larangan sama seperti di UUD, tetapi kader Ansor harus cerdas memilih berpolitik praktis dan keorganisasian, bahkan kalau kader Ansor muncul kita anjurkan memilih. Ada ukhuwah Anshoriyah, ukhuwah Nahdliyah dan ukhuwah Islamiyah serta ukhuwah Wathoniyah," jelasnya.

Kontributor: Moh. Syafik S.Ag, Dukun Gresik

Kamis, 26 September 2013

Halaqah Intensif Kaderisasi NU

Sidoarjo, Aula
Ketua PC LDNU Sidoarjo M. Kosim S.Ag, mengawali halaqah ini berawal dari keprihatinan krisis kualitas dan kuantitas kader NU dibanyak lini, maka bersama beberapa aktivis Lembaga dan Lajnah PCNU Sidoarjo menggelar perlu ngaji tentang NU, tepat pada tanggal 18 September 2013 di Meeting Room Kantor PCNU Sidoarjo. Halaqah bertema Konsep Kaderisasi NU dan Strategi Penerapannya ini menghadirkan narasumber Drs. KH Masyhudi Mukhtar MBA dengan moderator KH M. Sholeh Qosim, MSi selaku Wakil Katib Syuriah PCNU Sidoarjo. Acara diikuti olehjajaran Pengurus Lembaga, Lajnah dan Badan Otonom di Lingkungan PCNU Sidoarjo.

Di awal paparannya, KH. Masyhudi menekankan pentingnya membangun NU yang satu. Satu motif, visi, tujuan dan cara. Banyaknya unsur kepengurusan NU mulai mustasyar, syuriah, tanfidziyah, a'wan, lembaga-lajnah dan badan otonom membuat NU seperti rimba belantara. Bila ditata dengan pemahaman tugas pokok dan fungsi masing-masing unsur maka belantara NU akan menjadi taman yang indah. Pemahaman inilah yang harus ditanamkan kepada kader NU. Harus diakui kegiatan pengkaderan di Lingkungan NU dan banom-banomnya masih belum ideal bahkan dirasa stagnan. Perlu perhatian serius dari para masyayikh pemimpin NU terhadap aspek pengkaderan NU.

Selanjutnya beliau juga menyerahkan gerakan pengkaderan di semua lini perlu digalakkan untuk mencetak kader yang memahami minimal 2 hal yaitu nilai/ajaran Aswaja dan kejam'iyahan serta rasa didukung rasa bangga sebagai kader NU seia sekata berjuang mensyiarkan Islam Ahlussunnah wal jamaah melalui jam'iyah NU dan muqaddimahnya, Mabadi' Khoiro ummah, Khitthoh Nahdliyah dan keputusan-keputusan jam'iyah NU di level manapun termasuk di dalamnya Ahkamul Fuqoha.

Kader NU juga harus sadar bahwa NU adalah organisasi yang didirikan para Ulama dengan restu para auliya' dengan diiringi riyadloh mujahadah yang serius dan istikhoroh yang mendalam. Tidak asal mendirikan dan jauh dari kepentingan pribadi duniawi yang sesaat. Kesadaran ini penting agar dalam berkhidmat di NU sungguh-sungguh mengedepankan akhlak dan amanah, serta prinsip al-ihsan (menyantuni) dan al-islah (memperbaiki).

Halaqah serupa rencananya diselenggarakan setiap rabu kliwon malam kamis di kantor PCNU Sidoarjo. Semoga istiqomah manfaat.

Kontributor: M. Arisy Karomi

LP Ma’arif Siap Laksanakan Kurikulum 2013


Kendal, Aula

Pimpinan Cabang LP Ma’arif NU Kendal siap untuk melaksanakan kurikulum 2013 lebih awal dari sekolah lain meskipun dengan perangkat yang masih terbatas. Kesiapan itu sebagai bentuk dukungan terhadap diberlakukannya kurikulum baru tersebut oleh pemerintah.

Kesiapan tersebut disampaikan oleh ketua PC LP Maarif NU Kendal Drs H Ibnu Darmawan, M.Pd dalam sambutannya saat halal bihalalyang diikuti oleh pengurus PC LP Ma’arif dan MWC LP Ma’rif NU serta seluruh guru dan karyawan di lingkungan Ma’arif Kabupaten Kendal di GOR Bahurekso Kendal, Selasa (27/8).

Menurut Ibnu Darmawan, kurikulum 2013 lebih menekankan pada aspek afektif yang meliputi perilaku, sikap dan ahlaqserta kepedulian sosial. Hal itu tentu selaras dengan ajaran Islam yang mengedepankan pembentukan ahlaqul karimah dalam mendidik umat Islam.Disamping menyatakan kesiapan terhadap pelaksanaan kurikulum 2013, Ibnu Darmawan yang juga orang dinas pendidikan di Kabupaten Kendal pada kesempatan tersebut juga mencanangkan program sekolah bersih di lingkungan sekolah Ma’arif NU Kendal.

Dihadapan sekitar 10.900 guru dan karyawan LP Ma’arif Kendal Ibnu Darmawan juga berharap kegiatan silaturrahim dan halal bihalal tersebut tidak hanya diselenggarakan rutin setahun sekali. Lebih dari itu pertemuan dan silaturrahim berikutnya akan terus diadakan untuk meningkatkan silaturrahim dan kebersamaan guru-guru Ma’arif NU Kendal.

Pada kesempatan lain Ketua PC LP Ma’arifNU Kendal, KH. Muhammad Danial Royyan berharap potensi LP ma’arif NU Kendal yang begitu besar untuk dapat dimanfaatkan dengan baik. Potensi tersebut antara lain jumlah guru Ma’arif di Kendal yang begitu besar harus ditingkatkan kebersamaannya dan kekompakannya. Kemudian sambutan pun dilanjutkan oleh Ketua PP LP Ma’rif NU, HZ. Arifin Junaidi, MBA. Yang kebetulan orang asli Kendal tidak banyak mengutarakan sambutannya. Ia hanya mengapresiasi kinerja LP Ma’arif NU Kendal yang sudah baik salah satunya prestasi yang diperolehnya dalam Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimanas) Maarif NU di Jombang beberapa waktu lalu.

Kontributor: Fahroji, Kendal

Kamis, 27 Juni 2013

PCNU Sumenep Lantik Pengurus Kopsim

Sumenep, AULA
Perjalanan NU Kabupaten Sumenep akhir-akhir ini mendapat perhatian pemerintah dalam menumbuh kembangkan berbagai program yang membuahkan hasil nyata dan menumbuhkan rasa kesatuan sesama warga nahdhiyin.

Sebagai bukti nyata adalah dengan pelantikan pengurus Koperasi Sirkah dan Muamalah (Kopsim) di Aula Kantor PCNU Sumenep. Turut hadir dalam acara tersebut KH. Warits Ilyas, Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim, H. Panji  Taufiq, Ketua Tanfidz  PCNU Sumenep, Kabid Koperasi Sumenep, Achmad Zaini, segenap pengurus dan anggota serta perwakilan MWC. Pengurus Kopsim Jatim, serta wartawan dan LSM juga turut meramaikannya.

Bupati Sumenep menghimbau kepada ketua dan seluruh pengurus Kopsim agar melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga kedepan Kopsim bisa menjadi pengikat persatuan warga Nahdhiyin, selain bisa mengembangkan perekonomian warga NU.

Zaini, Kabid Koperasi Sumenep waktu diwawancarai menyatakan bahwa keberadaan Kopsim ini sangatlah strategis. Sebenarnya Kopsim itu sudah lama berdiri, akan tetapi di Kabupaten Sumenep belum juga terbentuk pengurusnya, hanya baru kali ini pengurus Kopsim resmi dilantik. Dengan terlantiknya ketua Kopsim yang ditangani langsung oleh warga Nahdhiyin, semoga berkembang dengan mulus dan selaras juknis yang ditentukan. Apabila betul-betul dijalankan dengan modal sedikit, lama kelaman akan menjadi banyak, sehingga Kopsim benar-benar bisa dimanfaatkan.

Rencananya, Kopsim tidak cuma bergerak di satu bidang bisnis, tapi akan dikembangkan dengan berbagai usaha yang lain, maka Dinas Koperasi Sumenep kelak diharapkan bisa membantu pengembangan Kopsim, hingga kedepan lebih gemilang.
Kontributor: PCNU Sumenep

PC Sumenep Peringati Harlah Muslimat yang Ke-62

Sumenep, AULA
Muslimat NU adalah salah satu organisasi wanita muslim di bawah naungan Nahdlatul Ulama yang tumbuh berkembang di Indonesia. Dimana dalam seluruh kegiatannya terfokus pada penggemblengan ilmu keagamaan, membidangi tentang agama Islam, hukum dan syari’ah islamiyah. Perempuan kalau dahulu sangat terbatas geraknya, yang terbebani oleh kodratnya menjadi ibu rumah tangga, tidak keluar rumah tanpa izin suami, tidak bisa berorganisasi karena takut dicemooh tetangga, sekarang sudah tidak terdengar lagi sejak perempuan punya keinginan hidup bebas, ingin berkarya, berkarier, dan bahkan terjun di dunia politik.

Hal ini berangkat dari keinginan kaum hawa dalam kesetaraan gender, sehingga ruang lingkup kerjanya justru sederajat dengan kaum pria. Perempuan bekerja di perkantoran, di pertokoan, diperbankan, dan lain-lain karena tuntutan keluarga. Salah satu contoh, suami tidak punya penghasilan cukup untuk memenuhi ekonomi rumah tangga, sehingga perempuan harus ikut bekerja keras.

Dari itu, Muslimat NU menampung kaum hawa dari semua pelosok desa untuk bergabung ke dalam ruang organisasi ini, yang didalamnya tidak hanya membahas hukum Islam, melainkan juga bergerak dalam pengembangan bisnis.

Peringatan Hari Lahir Muslimat NU ke-62 yang diselenggarakan di Aula RRI pada Selasa (18/6), dihadiri  oleh ketua PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ny. Hj. Aqidah Usymuni, ketua Muslimat NU Sumenep, Dewi Kholifah Aqidah Usymuni, seluruh pengurus dan anggota Muslimat NU se-Kabupaten Sumenep,

Ny. Hj. Aqidah Usymuni menyatakan bahwa diselenggarakannya Harlah ini tidak lain bertujuan agar seluruh anggota Muslimat NU di Kabupaten Sumenep tidak lupa sama pimpinannya, dan hal ini memang merupakan acara rutin Muslimat NU.

Selain itu beliau menyatakan bahwa, kalau Khofifah resmi menjadi Cagub pada Pilgub mendatang, Insya Allah Muslimat NU Sumenep siap mendukung untuk memenangkannya. “Ya....begitulah jadi calon pemimpin, harus siap dibenci dan juga bersedia untuk menjadi orang yang paling disenangi. Kalau optimis menang dan tidaknya, saya optimis Khofifah menang 100% jika beliaunya lulus dalam Cagubnya.” tutur Ny. Aqidah Usymuni jelas.

Menurut Khofifah ketika diwawancarai tentang kesiapannya, menyatakan sangat siap dan sangat optimis menang dalam Pilgub mendatang. Beliau menuturkan, intinya hendak memuaskan kesejahteraan masyarakat dan elemen manapun, sehingga pemerintahan Jatim kedepan lebih baik dan lebih sempurna.
Kontributor: PC Muslimat NU Sumenep   

HTI Bukan Ahlussunnah Wal Jama’ah

Kediri, AULA
Menyikapi semakin bermunculannya halaqah-halaqah HTI di Pare Kediri, maka Aswaja NU Center Kecamatan Kepung bersama Forum Bahtsul Masail Pondok Pesantren se-Korcam Pare menyelenggarakan diskusi terbuka dengan HTI DPD Kediri pada Ahad (09/06). Dialog bertujuan untuk mengetahui hakekat yang sebenarnya dari HTI. Sebab secara lahiriyah, HTI menampilkan sebuah model keberagamaan yang berbeda dengan umat Islam pada umumnya, sehingga tidak jarang menimbulkan keresahan di masyarakat.

Namun pada jadwal yang telah ditentukan, ternyata HTI tidak berkenan hadir dalam dialog terbuka tersebut dengan alasan yang terkesan dibuat-buat. Mereka menyatakan bahwa mereka tidak dapat memenuhi undangan dialog karena para ustadz HTI sedang sibuk mempersiapkan muktamar khilafah Surabaya dan Jakarta. Mengingat perwakilan HTI tidak hadir, maka format acara kemudian dirubah dengan format seminar yang disampaikan oleh tiga narasumber yang sedianya dipersiapkan untuk mewakili Ahlussunnah dalam dialog terbuka. Mereka adalah Ustadz Asy’ari Masduki, MA (Aswaja NU Center Kepung), Ustadz Dafid Fuadi, M.Pd.I (Aswaja NU Center Badas), Ustadz Mastur Masykur, M.Pd (Jember). \

Dalam seminar tersebut tersingkap fakta-fakta mencengangkan tentang penyimpangan HTI sebagai berikut: HTI berakidah Qadariyah, HTI menyatakan bahwa perbuatan manusia yang ikhtiyariyah tidak terkait dengan qadla` Allah. Hizbut Tahrir meyakini bahwa hidayah dan kesesatan itu bukan dari Allah, menghalalkan seorang laki-laki berjabat tangan dengan perempuan ajnabiyyah. Menyatakan bahwa semua negara (termasuk Indonesia) yang dihuni oleh umat Islam sekarang disebut sebagai dar al kufr, mengingkari ijma’ selain ijma’ sahabat. Dan meyakini bahwa para nabi tidak ma'shum sebelum diangkat menjadi Nabi, sekaligus menyalahkan dan menghina para ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah

Berdasarkan fakta-fakta di atas maka para ulama, kyai, ustadz yang hadir bersepakat bahwa HT adalah kelompok yang bukan Ahlussunnah (Asy’ariyyah Maturidiyyah) dan lebih dari tiga puluh ulama yang berkumpul bersepakat untuk mentahdzir; mengingatkan umat Islam dari bahaya Hizbut Tahrir. 
Kontributor: Panitia

MINU Walisongo Peringati Isra Mi’raj

Bojonegoro, AULA
MINU (Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama) Unggulan Walisongo kecamatan Sumberrejo, Rabu (05/06) menggelar peringatan hari besar Islam berupa peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw. pukul 08.00 tepat. 

Kegiatan dimulai dengan pengkondisian anak-anak didik oleh seluruh dewan asatidz dengan membaca surat-surat pendek di kelas-kelas masing-masing. Hal ini dilakukan guna menguatkan hafalan yang telah dimiliki mereka agar senantiasa terjaga. “Sebelumnya mereka terlebih dahulu melaksanakan pembiasan amaliah aswaja di serambi masjid secara bersama mulai dari jam 06.45 sampai dengan pukul 07.45” tambah Mubarok Firdaus yang didapuk sebagai ketua panitia acara kegiatan kali ini.

Kegiatan yang seluruh kendali acara dipegang oleh anak-anak kelas 4 dan 5 ini dimulai dengan master of ceremony oleh ananda Fiqih Nizzora Septatianty bersama Rida, dilanjutkan dengan pembacaan tilawatil Qur’an oleh ananda Mohammad Nadhif yang disaritilawahi oleh ananda Safrida Annafi dari kelas 2. Kemudian pembacaan sholawat nabi dan syi’ir NU oleh ananda Agnes Kurnia Rahma, Nurul Hidayah dan Syainanda Echa Viola. Tidak lupa panitia juga memberikan sambutan begitu juga dengan kepala sekolah.

Namun ada yang lain dari biasanya, jika kegiatan-kegiatan lain cukup seremonial acara dan sedikit pemutaran film akan kegiatan yang sedang berlangsung. Kali ini panitia mengemas acara dengan penampilan dua tokoh kartun atau boneka untuk menguatkan cerita. “Kami berharap penampilan boneka atau wayang ini mampu menguatkan ingatan anak didik akan peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW” tutur Pak Aksan. 

Acara ditutup dengan kuis berhadiah setelah pemutaran film tentang isra’ dan mi’raj. Adapun yang mendapatkan bingkisan kecil dari panitia antara lain; Alfian Hidayat, Mohammad Nadhif, Assyafa Dita Pramesty dan Khoitul Huda, mereka berhak mendapatkan perlengkapan sekolah atas ketepatan menjawab soal-soal yang dilontarkan oleh dewan asatidz. 
Kontributor: Kiriman Lina Anggraini

Rhoma Irama Hadiri Temu Alumni Akbar

Lampung Selatan, AULA
Dalam rangka harlah ke-20 dan temu alumni akbar Madrasah Aliyah Ma'arif Bumirestu, Kec Palas, Lampung selatan, sabtu (4/5) di gelar berbagai kegiatan yang memadukan antara pentas seni dan pengajian akbar yang dihadiri tidak kurang dua ribuan masyarakat muslimin yang ada di wilayah Kecamatan Palas dan sekitarnya. Pengunjung yang sudah mulai menyemut sejak pagi hari itu seolah tak menghiraukan terik matahari yang panas dan area acara berdebu dan penuh sesak. Maklum hari itu pengunjung berharap ‘sang raja dangdut’  H. Rhoma Irama benar-benar hadir sesuai undangan panitia. Benar saja sehabis dzuhur Rhoma dan rombongan baru tiba di lokasi, sontak hadirin yang mayoritas ibu-ibu ini berusaha mendekat berharap dapat bersalaman dan melihat dari dekat si ‘satria bergitar’ ini.

Ihsan mengatakan bahwa harapan setelah acara ini digelar terjalin solidaritas antar alumnus serta dapat mensosialisasikan keberadaan serta program kepada masyarakat luas dan pihak terkait, membangkitkan minat masyarakat terhadap madrasah yang selama ini terkesan kurang diminati bila dibandingkan dengan pendidikan umum.

Sementara H. Rhoma Irama dalam tausiyahnya menekankan pentingnya iman dan taqwa yang harus ada pada pribadi muslim dan keluarga sebagai filter dari kemajuan zaman yang masyarakatnya cenderung hedonis (bermewah-mewah) dan permisif (mengabaikan norma). “Kita harus mendasarkan perilaku kita sesuai dengan ahlakul karimah yang dicontohkan Rasulullah”. Kata Rhoma sesaat setelah mendendangkan beberapa lirik lagu ‘menunggu’ di hadapan pengunjung yang setengah harian memadati halaman Madrasah Aliyah ini.

Sementara saat diminta berfoto bersama majalah Aswaja dan disinggung kesiapannya maju pilpres (pemilihan Presiden) 2014, Rhoma enggan mengumbar janji dan statemen politik. Ia hanya berharap supaya masyarakat muslim Indonesia untuk hati-hati dan jangan salah memilih calon pemimpin. Acara yang berlangsung hingga kumandang adzan sholat ashar ini dihadiri  juga beberapa Kiai, Habaib, tokoh masyarakat dan adat juga pengurus wilayah NU yang baru K R Sholeh Badjuri.
Kontributor: Muhammad Faizin

Rabu, 01 Mei 2013

Pelantikan Pengurus MWC NU Se-Eks Kawedanan Blega


Bangkalan, AULA
Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Bangkalan telah melantik pengurus MC NU se-eks Kawedanan Blega, (meliputi Blega, Galis, Konang, Kadundung, Mancengan dan Pakong), tepatnya pada hari Ahad (14/4) atau 3 Jumadil Awal 1434 H, bertempat di PP Raudlatul Falihin di bawah Asuhan KH Abdul Karim Salatin Congaban, Lombang Dajah Blega, untuk masa khidmah 2013–2018.

Acara pelantikan dihadiri Pengurus Cabang NU Bangkalan, para ulama se-eks Kawedanan Blega, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU, GP Anshor, tidak kurang dari 300 tamu undangan memadati tempat acara, bahkan dari PWNU Jawa Timur juga hadir, seperti Drs Siddiq Abdur Rahman (tim Kartanu) dan KH Abdullah Syamsul Arifin.

KH Abdul Fattah Affaq dari PCNU Bangkalan dalam sambutan menyampaikan pesan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah terutama sesama warga NU, dan terus meningkatkan kewaspadaan warga NU terhadap aliran-aliran wahabi, serta tetap turut menjaga keamanan masyarakat Bangkalan demi kemaslahatan umat dan negara.

Sementara KH Abdullah Syamsul Arifin, dalam taushiyahnya juga menegaskan pentingnya penguatan manajemen kelembagaan NU, tujuan berkhidmat di NU dan kepemilikan Kartanu bagi setiap warga NU.

Kontributor: Eko Prayitno, Bangkalan

Bedah Novel “Sepatu Dahlan”

Jombang, AULA

Salah satu fakta unik dari Dahlan Iskan adalah baru bisa mempunyai sepatu ketika duduk di kelas dua SMA. Itulah sebagian yang diungkap dalam kegiatan bedah buku “Sepatu Dahlan” (Buku pertama dari Trilogi Novel Inspirasi Dahlan Iskan) Sabtu sore (13/4) di Gedung Yusuf Hasyim Lt 3 Pesantren Tebuireng Jombang.

Peserta nampak antusias mengikuti acara yang termasuk rangkaian kegiatan yang diadakan oleh Tebuireng Book Store dan IKSMA (Ikatan Keluarga Santri Madura) serta kerjasama dari penerbit Noura Books (Mizan Group). Dua orang pembedah dihadirkan Khrisna Pabichara selaku penulis dan Rosyid Murtadho dari unit penerbitan Pesantren Tebuireng dan dimoderatori oleh penulis novel pop “Misteri Gadis Kaligrafi” Faturrahman Karyadi.

Awalnya penerbit menawarkan tiga nama tokoh kepada Khrisna untuk ditulis biografinya, namun Khrisna menolaknya dan malah memilih untuk menulis salah satu biogafi tokoh tersebut dalam bentuk novel. Meski enggan menyebutkan tiga nama tersebut yang jelas salah satunya adalah Dahlan Iskan.

Dia mengakui ketertarikannya dengan Dahlan karena mempunyai latar belakang yang sama. Khrisna mengaku bisa menjiwai novel tersebut. Dalam proses kreatif menulis, Untuk novel pertama “Sepatu Dahlan” Khrisna membutuhkan waktu delapan hari dan riset selama satu setengah bulan. Dan untuk menulis novel kedua yang berjudul “Surat Dahlan” ditulis selama 16 hari dan riset selama empat bulan. Dan rencananya novel yang ketiga “Senyum Dahlan” akan terbit Oktober mendatang dan sekarang masih dalam riset.

Kontributor: Panitia

Konferensi Ranting NU

Jember, AULA
Bertempat di Musholla Raudlatul Jadid Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, diselenggarakan Konferensi Ranting NU Kramat Sukoharjo pada Selasa (2/4).

Dalam agenda 5 tahunan tersebut dihadiri sebanyak 25 orang yang terdiri dari para pengurus ranting periode lama dan tokoh masyarakat setempat. Hadir pula MWC NU Tanggul yang terdiri dari H Sanuri (Ketua), Habib Hadi bin Umar Asery (Wakil Rais), KH Aunul Karim (Wakil Rais), M Ali (Sekretaris), dan Azis Husnan (Wakil Bendahara).

Dalam sambutannya, Ustadz Sholihin sebagai Ketua Ranting NU Kramat Sukoharjo, menjelaskan “selama mengemban amanah di NU, telah aktif melakukan sosialisasi Aswaja terhadap jamaah, namun tantangan terlalu berat. Dan masih banyak program yang belum terealisasi dengan baik, dikarenakan faktor internal dan eksternal yang selama ini terjadi” ungkapnya. 

Dalam konferensi tersebut, Ust. Nasirudin terpilih kembali sebagai Rais Syuriah, dan Kun Sholehudin, S.Pd.I sebagai ketua tanfidziyah.

Kontributor: Syaifudin Zuhri, Tanggul Jember

LTN NU Dirikan Perpustakaan Aswaja

Pringsewu, AULA 
Demikian kesimpulan yang dihasilkan pada Rapat Konsolidasi Pengurus LTN NU Pringsewu yang digelar di Kantor Redaksi Majalah ASWAJA Sabtu (06/04).

Wadah yang diharapkan menjadi sumber ilmu pengetahuan ini memiliki tujuan menumbuhkan rasa gairah warga akan pentingnya membaca sebagai pintu ilmu pengetahuan. Perpustakaan ini juga bertujuan agar dapat dijadikan referensi bagi para Kiai, Asatidz, para penulis dan para aktifis intelektual lainnya yang ingin mendalami suatu disiplin ilmu pengetahuan secara umum, dan memahami ajaran-ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah serta ke-NU-an secara khusus. Harapan di masa depan mudah-mudahan keberadaan perpustakaan Aswaja ini dapat memberikan manfaat dan barokah bagi warga Pringsewu dan sekitarnya.

Menurut oleh Drs. M. Musta’in, S.Pd, M.Ag, --moderator rapat sekaligus editor majalah Aswaja-- bahwa Perpustakaan Aswaja LTN NU Pringsewu ini dapat memberikan kesempatan dan kontribusi bagi masyarakat untuk turut serta memaksimalkan perkembangan wadah tersebut. Pada tahap awal ini, kontribusi tersebut dapat berwujud hibah buku-buku atau kitab-kitab, CD atau soft copy yang berisi tentang materi atau kajian-kajian ilmiah maupun yang bernuansa keagamaan. Pada tahap selanjutnya dapat berupa keaktifan memanfaatkan perpustakaan tersebut untuk kepentingan ilmiah.

Menurut M Mustanir, Ketua LTN NU Pringsewu, perpustakaan ini diharapkan dapat bersinergi dengan semangat para pemuda, khususnya Kabupaten Pringsewu, untuk berpartisipasi dalam mencerdaskan anak bangsa. Pada saatnya nanti, direncanakan pengelolaan perpustakaan ini akan dipusatkan di Gedung NU Kabupaten Pringsewu secara profesional dan dilengkapi dengan perpustakaan digital.

“Semoga Allah memudahkan niat dan aktifitas baik kita, menjadikan Perpustakaan Aswaja LTN Pringsewu ini sebagai wujud amal jariyah masyarakat Kabupaten Pringsewu dan sekitarnya, serta memberikan manfaat-barakah atas apapun yang Dia berikan kepada kita semua” demikian harapnya.

Kontributor: Muhammad Faizin, Pringsewu

Selasa, 16 April 2013

Mencari Berkah dalam Acara Maulid dan Haul


Sidoarjo, AULA
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW beserta Haul Akbar Mbah Asro Syamsuddin pada tahun 2013. Warga Desa Mojosantren, Krian, Sidoarjo, menggelar sebuah acara yang meliputi berbagai macam tradisi dan amaliah NU, antara lain pembacaan Yasin, Tahlil, Istighosah, Manaqib, Sholawat Al-Banjari dan Pengajian Umum yang dihadiri oleh Habib Ahmad Jamal bin Toha Ba'agil dari Malang. ISHARI se-Jatim dan Sema'an Al-Ittihat juga tak luput menghiasi acara rutin yang digelar setahun sekali tersebut.
Pada kesempatan ini hadir Saiful Ilah selaku Bupati Sidoarjo, para Habaib dari Gresik dan Malang serta MWC NU Kecamatan Krian, GP Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, politisi dan tokoh masyarakat Mojosantren.
Acara ini dilaksanakan untuk menghidupkan tradisi dan amaliah NU di kalangan masyarakat Desa Mojosantren dan sekitarnya. Acara ini dilaksanakan selama 3 hari 3 malam pada hari Jum’at-Ahad (08-10/03). Dalam perhelatan yang dihadiri 3500 orang jama’ah, Saiful Ilah (Bupati Sidoarjo) memberikan pidato sambutannya dan berpesan pada kaum Nahdliyin untuk mempertahankan tradisi haul tersebut, dan memperbanyak dzikir bersama agar terhindar dari bencana yang menimpa daerah Sidoarjo. Selain itu dalam taushiyahnya, Habib Jamal memberikan pesan pada kaum muda untuk menggunakan waktunya dengan baik.
Suatu kebanggaan tersendiri untuk Warga Mojosantren dapat melaksanakan acara tersebut. Semoga ditahun depan peringatan Maulid dan Haul ini bisa tambah meriah dan membawa berkah warga Mojosantren dan umumnya daerah Sidoarjo.
Kontributor: Kiriman Muhammad Fatchur Rozi 

Dialog Mengenang Sosok Gus Dur


Bandarlampung, Aula
“Gus Dur itu memiliki pemikiran yang jauh visinya kedepan” demikian ungkapan yang disampaikan Anggota DPR RI Dr Effendi Choiri dalam Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Fatayat NU Provinsi Lampung (10/03). Gus Coi (panggilan panggilan akrab Dr Effendi Choiri) juga mengisahkan bagaimana kedekatan dan pengalaman yang didapat selama berinteraksi dengan Gus Dur hingga sekarang bisa duduk sebagai Anggota DPR RI. Dialog yang mengangkat Tema Membedah pemikiran Gus Dur dari sudut pandang Agama, Negara, Politik, Budaya dan Demokrasi ini juga menghadirkan pembicara spesial yaitu Putri ke dua alm Gus Dur, Yeni Wahid. Mbak yeni menyatakan bahwa memang pemikiran-pemikiran Gus Dur sering menjadi kontroversi bagi kebanyakan orang. Namun sebenarnya hal ini disebabkan oleh kekurang pahaman sebagaian orang terhadap pola pikir Gus Dur.
Dialog yang diselenggarakan di Hotel Sheraton Bandar Lampung ini juga menghadirkan beberapa tokoh lokal seperti Alzier Dianis Thabrani dan tokoh-tokoh akademis di Provinsi Lampung. Dialog ini dihadiri 2000-an orang yang merupakan keluarga besar NU Provinsi Lampung dan beberapa Tokoh Lintas Agama Pecinta Gus Dur.
Menurut Rida Budiyanti, S Kom, Ketua PW Fatayat NU Lampung. “Acara ini diharapkan dapat melestarikan pemikiran Gus Dur sebagai Bapak Bangsa dalam rangka mewujudkan kehidupan yang rukun, damai, toleran dan demokratis”. Ia menambahkan bahwa “mengamati sosok Gus Dur sangatlah menarik dan multi tafsir. Beliau tidak saja dikenal sebagai seorang yang sukses memimpin NU, tetapi juga seorang tokoh sentral demokrasi, tokoh pembaru Islam, tokoh agama, tokoh budaya, politik, intelektual terkemuka, penganjur pluralisme dan pembela minoritas” ungkapnya mengungkapkan kekagumannya terhadap Gus Dur.
Kontributor: Kiriman Muhammad Faizin

Kamis, 14 Maret 2013

Ratusan Takmir Masjid Hadiri Rakorda LTM

Sumenep, AULA
Ratusan takmir masjid, imam dan khatib se-Kabupaten Sumenep, Sabtu (26/1), menghadiri Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Lembaga Takmir Masjid (LTN) NU Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Kegiatan yang dilaksanakan di PCNU Sumenep lantai II tersebut juga dihadiri Rais PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Ketua LTM PBNU KH. Abdul Manan A. Ghani, Perwakilan dari PW LTM NU Jawa Timur, Ketua PCNU Sumenep A Pandji Taufiq, Sekretaris PCNU Sumenep A. Dardiri Zubairi, Bupati Sumenep KH A Busyro Karim, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Hadi Soetarto, dan perwakilan lembaga dan badan otonom NU.
Pada kesempatan tersebut, para takmir masjid, imam dan khatib menda-patkan materi Revitalisasi Masjid dalam Pemberdayaan Umat yang disampaikan Ketua LTM PBNU KH Abdul Manan A. Ghani.
Dalam pemaparannya, Manan mengajak para takmir mencantumkan identitas ke-NU-an di masjidnya sehingga tidak mudah diambil oleh kelompok lain yang saat ini sedang gencar melakukan pengambil alihan masjid sebagai pusat aktivitas perjuangan.
Kontributor: Panitia

Kartu Pinter NU Dilaunching


Gresik, AULA
Bertempat di Kantor PCNU Gresik (15/2) PBNU dan PWNU Jatim meluncurkan kartu pinter dengan 9 fungsi kegunaannya, selain sebagai kartu anggota NU. Juga berfungsi menjadi kartu ATM, debit hingga Asuransi, hanya saja warga NU masih menyangsikan keberadaan Kartu tersebut, mengingat setiap kali ada program serupa selalu gagal. ”Kami pernah mendapatkan sosialisasi Kartu Ya Mualim untuk program Haji gagal juga ada kartu Koperasi NU multifungsi juga gagal.” Ujar Ali Murtadlo ketua MWC NU Bungah saat peluncuran kartu tersebut. Hal ini juga disampaikan Rodli Syam, Ketua MWC NU Ujung Pangkah juga minta jaminan, sehingga saat mensosialisasikan ke warga NU di tingkat bawah tidak dicibir. ”Apa jaminan Kartu Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan multifungsi, kalau gagal apa jaminanya.” katanya.
Tim fasilitator PBNU dan PWNU Jatim yang dikomandani Ketua Lembaga ekonomi PBNU Irnanda Laksanawan menjelaskan, jika model yang ditawarkan adalah model baru dalam koperasi NU. Diantaranya ada asuransi, Bank Syariah hingga tempat-tempat belanja. Ada sembilan fungsi dari Kartu Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan diantaranya, untuk database digital, Transaksi perbankan, kartu tabungan, transfer TKI maupun TKW dan asuransi jiwa, kesehatan dan pendidikan,” ujar Irnanda.
Kartu ini juga membantu pengurus NU tidak akan ribet ngurusi masalah proposal dan hanya nodong alias minta-minta, sebab dengan adanya Kartu itu bisa mengumpulkan dari anggota NU, misalnya Rp 20.000/anggota, maka untuk 10 Juta warga NU di Jawa Timur dapat dikumpulkan Rp 20 Miliar uang itu kan dapat dijadikan Modal.” tegasnya.
Kontributor: Moh. Syafik, S.Ag

PCNU Magetan Gelar Pelantikan dan Launching Kartanu

Magetan, AULA
Kepengurusan Cabang NU Magetan masa khidmat 2012-2017 secara formal telah mendapat pengesahan dari PBNU. Hal tersebut dibuktikan dengan dilantiknya semua jajaran kepengurusan PCNU Magetan mulai dari Mustasyar, Syuriah dan Tanfidziyah oleh PWNU Jawa Timur pada hari Sabtu (12/01) di halaman Kantor PCNU Magetan.
Momen Pelantikan PCNU Magetan ini terasa istimewa karena dihadiri langsung Ketua Umum PBNU  Prof Dr KH Said Aqil Siradj, MA yang sekaligus memberikan taushiyah kepada segenap pengurus dan warga nahdliyin se Kabupaten Magetan. Tidak kurang dari 2000 warga nahdliyin memadati halaman dan ruangan komplek kantor PCNU Magetan, yang berduyun-duyun datang walaupun sejak sore diguyur hujan, hanya ingin menyaksikan prosesi pelantikan dan mendengarkan langsung taushiyah dari Ketua Umum PBNU ini.
Acara ini juga dihadiri Bupati Magetan Drs. H. Sumantri, MM dan segenap Muspida, Kepala Dinas di lingkup Pemkab Magetan, turut hadir juga Badan Otonom ditingkat Cabang, serta Pengurus MWCNU dan Ranting NU se-Kabupaten Magetan.
Bersamaan dengan Pelantikan Pengurus, dalam ke-sempatan ini juga diselenggarakan Launching Kartanu dan Gerakan Berkartanu bagi Pengurus NU disemua tingkatan, Banom dan warga Nahdliyin. Menandai Gerakan ini secara simbolis diserahkan Kartanu oleh Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siradj, MA pada KH Manshur, M.Pd.I mewakili jajaran Tanfidziyah, K. Ahmad Shofwan mewakili jajaran Syuriah dan Drs. H. Sumantri, MM (Bupati Magetan) mewakili jajaran Mustasyar. Diungkapkan Ahmad Sudarto, S.Pd.I Sekretaris PCNU Magetan, “Program Kartanu ini, merupakan amanat Muktamar ke-32 Makassar untuk pembuatan data base Nahdliyyin, pendataan potensi warga sesuai dengan jenis kelamin, profesi dan tingkat pendidikan,” Pengadaan Kartanu ini, merupakan sebuah upaya penguatan komitmen berjam’iyyah (berorganisasi) dan antisipasi terhadap pihak luar.
Dalam taushiyahnya Kang Said (panggilan akrab Kiai Said) mengurai secara gamblang tentang Aswaja yang selama ini menjadi panutan amaliyah bagi warga Nahdliyyin yang akhir-akhir ini sering mendapat serangan dari  kaum wahhabi yang menyatakan bahwa amalan ubudiyah yang dilakukan warga Nahdliyyin bid’ah dan sesat. Tidak kurang dari 1,5 jam Kang Said menyampaikan taushiyah tentang kebenaran dan keshohihan ajaran Aswaja yang selama ini kita anut.
Kontributor: darly_04@yahoo.com

Sertifikasi Masjid Untuk Menghindari Sengketa


Jember, AULA
Terjadinya beberapa kasus sengketa kepemilikan masjid membuat miris banyak pihak. Sebagai tempat ibadah yang nota bene milik umat, masjid sebenarnya tidak perlu disengketakan, tapi kenyataannya tidak sedikit masjid yang menjadi rebutan warga atau antar oknum takmir. 
Itulah yang mendorong Lembaga Takmir Masjid Nadlatul Ulama (LTMNU) Jawa Timur menggelar Pelatihan Manajemen Masjid dan Sosialisasi Sertifikasi Tanah Masjid. 
“Sertifikasi tanah wakaf masjid itu salah satu tujuannya untuk menghindari masjid dari kemungkinan timbulnya sengketa,” tukas Ketua LTMNU Jawa Timur H Ali Mas’ud Kholqillah di sela-sela Pelatihan Manajemen Masjid dan Sosialisasi Sertifikasi Tanah Masjid di aula STAIN Jember, Sabtu (16/2).  
Ali Mas’ud menambahkan, pihaknya mendorong adanya kesadaran masyarakat untuk melakukan tertib administrasi, khususnya terkait dengan sertifikasi tanah masjid. Sebab, kejelasan status tanah masjid juga akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi jamaah. 
Di samping itu, juga supaya jelas siapa pemilik masjid itu. “Sebab, seperti kita ketahui, karena ketidakpahaman pengurus masjid, tidak sedikit masjid NU beralih tangan kepada pihak lain, yang tidak sepaham dengan NU,” ulasnya sambil menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mendata jumlah masjid di Jawa Timur.
Di tempat yang sama, Ketua LTMNU Cabang Jember, H Muhammad Hasin menyatakan pihaknya siap memfasilitasi masyarakat yang ingin membuat sertifikat tanah masjid. 
“Kami siap mengkomunikasikan dengan notaris atau BPN untuk pembuatan sertifikat itu,” tukasnya. 
Pensiunan guru agama tersebut menambahkan, saat ini pihaknya tengah mendata jumlah masjid di Kabupaten Jember, yang diperkirakan mencapai 2500 buah. Dari pendataan itu, akan diketahui berapa jumlah masjid yang belum bersertifikat.  
“Kalau belum disertifikat, kita dorong, tapi juga terserah mereka,” urainya. 
Kontributor: Hasani PCNU Jember

PP LP Ma’arif NU: Pendidikan di NU Harus Dibenahi

Kendal, AULA
Ketua Pimpinan Pusat LP Ma’arif NU, Drs. H. Zainal Arifin Junaidi, MBA mengatakan persoalan pendidikan dilingkungan NU harus segera dibenahi. Menurutnya Pendidikan di NU saat ini dikelola banyak lembaga atau badan otonom sehingga terjadi tumpang tindih dalam pengelolaannya.
Arifin Junaidi, tokoh Asal Kendal yang juga mantan Sekjen PBNU di era Gur Dur tersebut mengatakan hal itu saat memberikan materi dalam sosialisasi kurikulum 2013 yang digelar bersamaan bahtsul Masail Diniyah dan Seminar Pemberdayaan Pertambakan di MTs NU 09 Gemuh  Kendal, Ahad (17/2).
Lebih lanjut Arifin mencontohkan di lingkungan NU, TK dan PAUD dikelola oleh Muslimat NU, sedangkan madrasah diniyah diurusi oleh RMI. Sementara LP Ma’arifnya hanya mengurusi sekolah formal seperti MTs, MA, SMA, SMP dan SMK. “Untuk Perguruan Tinggi NU yang ngurusi sudah lain lagi, yaitu  LPTNU” terangnya.
Kondisi demikian menurut mantan sekretaris Dewan Syuro DPP PKB tersebut menyebabkan terjadinya tumpang tindih dalam pengelolaan pendidikan di NU. Ada unit pendidikan yang diurusi beberapa lembaga sementara ada unit pendidikan yang terbengkalai tidak terurusi. Jika kondisi demikian tidak segera dikoordinasikan dan dibenahi dikuatirkan pendidikan di NU semakin tidak kondusif.
Pada kesempatan tersebut Arifin juga memaparkan data bahwa jumlah sekolah di NU lebih banyak dibanding dengan jumlah sekolah di Muhamadiyah. Namun imagenya seolah-olah Muhamadiyah lebih unggul dalam bidang pendidikan, Padahal, sebenarnya tidak demikian keadaannya. Oleh karenanya sudah sepantasnya jika menteri Pendidikan sekarang dipegang oleh orang NU, Muhammad Nuh. “Sudah saatnya yang mayoritas yang memimpin dunia pendidikan kita, sehingga tau persoalan besar yang melilit dunia pendidikan kita” tegasnya.
Dalam sambutannya ketua PC NU Kendal KH. Muhammad Danial Royyan berharap agar PC LP Ma’arif NU Kendal dalam periode sekarang setidaknya bisa menambah satu SMK NU lagi. Ditandaskan pula bahwa kepala sekolah dilingkungan Ma’arif NU harus loyal terhadap PC LP Ma’arif NU sehingga bisa bersinergi didalam melaksanakan program.
Kontributor: Fahroji Kendal